Sabtu, 10 November 2012


MAKANAN dan MINUMAN HASIL BIOTEKNOLOGI

KARYA ILMIAH

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat
guna mencapai nilai yang lebih baik dalam
Bidang Studi Bahasa Indonesia






Disusun oleh :

Suci Apriani

NISN: 101110087

KELAS XI IPA 4



SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 9 BEKASI
Jl. Raya Kota Legenda, Mustika Jaya-Bekasi
TAHUN AJARAN 2011-2012









HALAMAN PERSEMBAHAN


MOTTO :
“ Do the Best ”

Karya tulis ini dipersembahkan untuk :

1.      Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Bekasi Bapak Drs. H. Sarmani Abbas,M,Pd. Yang telah menyediakan fasilitas sehingga Karya Tulis Ilmiah ini bisa selesai dengan baik.
2.      Guru Bahasa Indonesia XI IPA, Ibu Hj.Yenni Maria,M.Pd. Yang telah membimbing penulisan maupunpembuatan Karya Tulis Ilmiah sehingga bisa memperbaiki kekurangan yang ada dalam Karya Tulis Ilmiah.
3.      Ayahanda dan Bunda penulis, yang selalu sabar mengiringi perjalanan hidup, cita-cita dan harapan penulis dengan do’a, serta bantuan materil dalam proses penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini.
4.      Keluarga besar penulis yang senantiasa mendukung, memberi perhatiannya dan membantu secara noril dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
5.      Sahabat-sahabat penulis : Anisah Nur Utami sebagai  Wakil Ketua Kelas XI IPA, Dessy Melianita, Ulfa Khoirunnisa, Putri Shelinda, Hanggita Indra Sari Dewi, Juwita Ayang Nuretza, Rara Dita, Rina Maulina, Ida Wardani dan teman-teman yang tidak bisa disebutkan satu-persatu terima kasih atas dukungan dan bantuannya dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
6.      Rekan-rekan Siswa/I angkatan serta semua pihak yang telah membantu dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, yang tidak bisa disebutkan satu-persatu yang telah membantu dan mendukung penulis dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
                                                 
Akhir kata dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa penulisan Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna dan semoga dapat menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca dan memberi manfaat bagi pahak-pihak yang membutuhkan.







Bekasi, Mei 2012



Penulis





HALAMAN PENGESAHAN

                                                  KARYA TULIS ILMIAH
                                                        
Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat
guna mencapai nilai yang lebih baik dalam
Bidang Studi Bahasa Indonesia

Disahka dan diperiksa

Oleh :


Guru Bahasa Indonesia




Hj.Yenni Maria, M.Pd.
NIP. 1963102 200604 2001



Mengetahui,
Wali Kelas




Elly Setiawati, S.Pd












 
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadiran Allah SWT. serta salawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw yang telah memberikan kemudahan dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah. Tanpa pertolongan dari-Nya mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Makanan dan Minuman Hasil Bioteknologi” yang kami sajikan berdasarkan metode penelitian korelatif. Metode penelitian korelatif adalah mengkaji hubungan antara variable-variabel bertujuan untuk mengungkap hubungan korelatif antara variable(Amilu,2007). Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data, kemudian disusun, dijelaskan dan dianalisa. Dalam penelitian ini kami mencoba menjelaskan berbagai makanan dan minuman hasil dari bioteknologi di masyarakat serta cara pembuatan tempe dan yoghurt.

Karena fasilitas yang kurang memadai, penelitian yang seharusnya menggunakan metode pengamatan atau observasi diubah menjadi metode pengolahan data secara korelatif.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1.      Kepala Sekolah SMAN 9 Bekasi, Bapak Drs. H. Sarmani Abbas,M,Pd. atas dukungannya.
2.      Ibu Hj. Yenni Maria,M,Pd. sebagai guru bidang studi Bahasa Indonesia yang telah membimbing dalam proses pengerjaan Karya Tulis Ilmiah ini.
3.      Ibu Elly Setiawati, S.Pd sebagai wali kelas XI IPA 4.
4.      Ayahanda dan Bunda yang senantiasa menyemangati untuk tidak pantang menyerah.
5.      Sahabat-sahabat penulis telah memberikan motivasi dan memberikan senyuman yang dapat meringankan beban yang sedang penulis pikul.

Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat memberikan pengetahuan dan kontribusinya untuk Negara sehingga masyarakat awam atau pembaca bisa mengerti dan mengetahui hal kecil yang ada di sekitar mereka yang belum mereka ketahui.

Demikian, kata pengantar ini penulis buat. Apabila ada kesalaan dalam penulisan, mohon dimaafkan karena masih dalam taraf pembelajaran. Karya Tulis ini masih jauh dari kata sempurna karena tak ada gading yang tak retak

Wassalammualaikum Wr. Wb.

Bekasi, Mei 2012


Penulis




ABSTRAK

A.   Suci Apriani
     Bogor, 14 April 1995

B.     “MAKANAN dan MINUMAN HASIL BIOTEKNOLOGI”.

C.    Vi + 14 halaman + daftar pustaka + lampiran

D.   Metode penelitian : Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitian korelatif adalah mengkaji hubungan antara variabel-variabel bertujuan untuk mengungkap hubungan korelatif antara variable. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data, kemudian disusun, dijelaskan dan dianalisa.

E.    RINGKASAN

Makanan sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, karena dalam berbagai acara maupun kesempatan selalu disediakan makanan di meja. Tapi, sesungguhnya terdapat makanan yang merupakan hasil dari bioteknologi yang dalam proses pembuatannya menggunakan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.

Masyarakat yang tidak tahu-menahu soal ini pun menjadi penasaran, maka dari itulah kami melakukan percobaan membuat tempe dan nata de coco. Percobaan ini di lakukan di Universitas Muhammadiyah, Semarang.

Hasilnya pun menunjukan bahwa banyak diantara mikroorganisme yang merugikan ternyata ada pula yang menguntungkan, seperti mikroorganisme : 1.)Rhizopus oryzae pada pembuatan tempe; 2.)Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus dalam pembuata yoghurt.

Dan kami pun mendapatkan mikroorganisme lainnya yang dapat digunakan dalam proses pembuatan makanan yang berbeda.






 


DAFTAR ISI

Halaman Persembahan……………………………………………………………..              i

Halaman Pengesahan………………………………………………………………              ii

Kata Pengantar……………………………………………………………………..             iii

Abstrak……………………………………………………………………………..             iv

Daftar Isi…………………………………………………………………………...              v

BAB I
 Pendahuluan
1.1  Latar Belakang……………………………………………………………..             1
1.2   Identifikasi Masalah………………………………………………………..              1
1.3   Batasan Masalah…………………………………………………………...              2
1.4   Rumusan Masalah………………………………………………………….              2
1.5   Tujuan Penelitian…………………………………………………………..              2
1.6  Manfaat Penelitian…………………………………………………………              2

BAB II
Landasan Teori
     2.1  Pengertian Bioteknologi…………………………………………………...              3
     2.2  Perkembangan Bioteknoogi……………………………………………….              4
     2.3  Bioteknologi yang Sedang Dikembangkan………………………………..               5
     2.4  Dampak Biologi Bagi Manusia dan Lingkungan………………………….                7

BAB III
Metode Penelitian
     3.1  Jenis Penelitian……………………………………………………………              8
     3.2  Sumber Data………………………………………………………………             8
     3.3 Teknik Analisa Data……………………………………………………….              8

BAB IV
Hasil Penelitian
4.1   Pembahasan Pengamatan…………………………………………………..             9
4.2   Hasil Pengamatan…………………………………………………………..             11

BAB V
Kesimpulan dan Saran
5.1   Kesimpulan………………………………………………………………..               13
     5.2  Saran…………………………………………………………………….....        13
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………             14
LAMPIRAN………………………………………………………………………..             15




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pernakah kamu memakan tempe atau tapai? Makanan tersebut dihasilkan melalui pengolahan bahan makanan secara biologi. Pengolahan demikian disebut dengan bioteknologi. Bioteknologi adalah studi tentang produksi makanan dengan proses yang menggunakan organisme atau system hidup dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah dalam pengerjaannya. Berbagai produk bioteknologi saat ini telah banyak dihasilkan, tidak hanya dalam pengolahan makanan, pengolahan limbah, bahkan reproduksi pada hewan dan manusia. Untuk memahami bagaimana bioteknologi berperan dalam mengubah suatu produk dilakukan tinjauan penelitian ini untuk mengetahui makanan hasil produk bioteknologi.

Sepanjang kita hidup tentu saja makanan akan selalu kita cari untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita, makanan  khas tradisional kampung halaman, misalnya tauco dan oleh-oleh khas Bandung misalnya peuyeum Bandung.Ternyata makanan-makanan tersebut adalah hasil dari proses bioteknologi sederhana yang sudah sejak lama ditekuni oleh orang Indonesia. Tempe yang kita makan sehari-hari juga berasal dari aplikasi bioternologi sederhana. Olehkarena itu kami melakukan beberapa percobaan untuk mengetahui mikroorganisme apa sehingga dapat menghasilkan makana yang disebut makan hasil bioteknologi, seperti membuat tempe, tauco, yoghurt, tapai serta yang lainnya.Tinjauan penelitian ini adalah untuk mengetahui makanan hasil produk bioteknologi. Untuk memahami bagaimana bioteknologi berperan dalam mengubah suatu produk dilakukan tinjauan penelitian ini untuk mengetahui makanan hasil produk bioteknologi.



1.2 Identifikasi Masalah

Teknologi fermentasi telah dikenal sejak zaman nenek moyang kita. Bila kita perhatikan, maka masyarakat kita memiliki segudang penglaman dalam membuat makanan dan minuman dengan menggunakan ragi(fermentasi). Tahukah kamu jenis  makanan dan minuman apa sajakah yang dibuat dengan menggunakan fermentasi?
Banyak bahan makanan atau minuman di masyarakat kita yang dibuat dengan memnafaatkan jasabakteri atau jamur. Kamu tentu mengenal tempe, tapai, oncom, kecap, tauco, brem, anggur, tahu, nata de coco, yoghurt, dan roti. Bahan-bahan makanan tersebut sangat populer karena banyak dikonsumsi masyarakat kita. Dengan bahan baku dan jenis mikroorganismeapakah makanan tersebut di buat?


1.3 Batasan Masalah

1.3.1 Makanan yang merupakan hasil dari aplikasi bioteknologi
1.3.2 Mikroorganisme yang digunakan dalam pembuatan makanan hasil bioteknologi
1.3.3 Setiap makanan hasil aplikasi bioteknologi menggunakan mikroorganisme yang sama atau tidak

1.4 Rumusan Masalah

1.4.1 Mengetahui makana apa saja yang termasuk hasil dari aplikasi bioteknologi.
1.4.1 Mengetahui berbagi macam mikroorganisme.
1.4.3 Mengetahu mikroorganisme yang digunakan dalam pembuatan makanan.

1.5 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah :
5.1   Mengetahu proses pembuatan tempe, yoghurt, nata de coco, sebagi salah satu contoh aplikasi dari makanan hasil dari bioteknologi.
5.2  Mengetahui pembuatan secara procedural
5.3  Mengetahui berbagai mikroorganisme yang digunakan.


1.5 Manfaat Penelitian

Kami berharap semoga dengan tersusunnya karya tulis ini semua orang tahu berbagai macam makanan hasil dari bioeknologi dan bagai mana cara untuk membuatnya dengan benar yang sasuai dengan prosedural















         BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Bioteknologi

Bioteknologi berasal dari istilah latin, yaitu bio artinya hidup, teknos artinya teknologi/terapan dan logos artinya ilmu. Sehingga, definisi bioteknologi adalah ilmu terapan yang menerapkan prinsip-prinsip sains dan teknologi terhadap serangkaian proses dari bahan-bahan biologi yang mengjasilkan barang dan jasa. Dalam penerapanny selain berhubungan dengan biologi secara umum, bioteknologi juga memerlukan beberapa bidang ilmu spesifik lain, seperti biokimia, mikrobiologi, genetika sitologi, dan sebagainya.

1.      Biokimia
Biokimia merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari makhluk dari aspek kimianya. Biokimia membantu mengetahui reaksi-reaksi kimia penting yang terjadi dalam sel. Dengan demikian dapt dipahami mengenai proses yang terjadi dalam tubuh

2.      Mikrobiologi
      Mikrobiologi merupakan cabang biologi yang mengkaji tentang jasad renik(mikroorganisme), seperti bakteri da kuman penyakit. Dalam bioteknologi banyak.

3.      Genetika
Genetika merupakan cabang biologi yang mengkaji tentang pewarisansifat-sifat genetic makhluk hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penerapan genetika dalam bioteknologi memberi kemajuan yang sangat pesat dan mencengangkan.

4.      Sitologi
Sitologi atau biologi sel merupakan cabang biologi yang mengkaji tentang sel. Pengetahuan mengenai sifat-sifat dan structural sel akan mendukung aplikasi bioteknologi.

Berbagai produk bioteknologi saat ini telah banyakdihasilkan, tidak hanya dalam pengolahan makanan, tetapi juga telah mencakup berbagai bidang, seperi pertanian, pertenakan, kedokteran, pengolahan limbah, bahkan reproduksi pada hewan dan manusia Secara umum, berdasarkan teknologi yang digunaka, bioteknologi terbagi atas bioteknologi konvesional dan bioteknologi modern.


Bioteknologi Konvesional dan Bioteknologi Modern.
Perkembangan bioteknologi berjaan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Istilah bioteknologi pertama kali diperkenalkan oleh Karl Ereky (1917).selanjutnya, Carl Goren Heden (1961), seorang ahli mikrobiologi Swedia memberi batasan pengertian bioteknoogi sebagi adalah studi tentang produksi makanan dan jasa dengan proses yang menggunakan organisme atau sistem hidup. Organisme yang dimaksud adalah mikroorganisme (jasad renik), yaitu bakteri dan jammur (ragi) yang digunakan dalam industrimakanan dan minuman


2.2 Perkembangan Bioteknologi

Bioteknologi sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Bioteknologi trasional yang sederhana telah lama dikelal, seperti pada proses pembuatan tempe, tapai, oncom, kecap, yoghurt, dan lain-lain. Masyarakat dahulu sudah melakukan pembuatanmakanan yang menggunakan mikroorganisme untuk menghasilkan produk yang optimal, tetapi mereka belum mengenal bioteknologi
Bioteknologi tradisional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses kimia, dan proses genetika. Contoh bioteknologi tradisional lainnya misalnya penangkaran ternak dan tanaman dan pembuatan alcohol. Sekitar abad ke-18 mulai dikenal nama bioteknologi, diketahui dengan pembuatan alkohol dalam proses peragian. Pada pembuatan alcohol yang mengubah fruktosa dan glukosa menjadi alkohol dan gula dengan memanfaatkan mikroorganisme.
Semakin berkembangnya bioteknologi munculah bioteknologi modern yang didasari pada manipulasi atau rekayasa DNA. Bioteknologi modern berkembang sekitar tahun 50-an. Contoh bioteknologi modern yaitu cloning dombs Dolly.Perkembangan bioteknologi dewasa ini kian meranbah ke segala bidang kehidupan. Disadari atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari kita telah merasakan manfaat dari bioteknologi. Makanan seperti tempe, oncom, kecap, tapai, dan antiotik meningkatkan produksi pangan, bioteknologi dapat dimanfaatkan dalam bidang pengolahan makanan, pertanian, dan pertenakan. Perkembangan bioteknologi :
1. Era bioteknologi generasi pertama dan bioteknologi sederhana.
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.
Contoh:
pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain
2. Era bioteknologi generasi kedua.
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.
Contoh:
a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
b. pengolahan air limbah
c. pembuatan kompos
3. Era bioteknologi generasi ketiga.
Proses dalam kondisi steril.
Contoh:
produksi antibiotik dan hormone
4. Era bioteknologi generasi baru dan bioteknologi baru.
Contoh:
produksi insulin, interferon, antibodi monoclonal



2.3                    Bioteknologi  yang  Sedang  Dikembangkan
Pemanfaatan mikroorganisme dalam pengolahan bahan pangan.

a.Membuat Roti
Pembuatan roti merupakan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces sp. Saccharomyces sp. merupakan merubah karbohidrat menjadi karbon dioksida dan alkphpl. Karbon dioksida merupakan gas yang dapat dilepaskan, tetapi karena gas yang dihasilkan tersebut terperangkap dalam adonan sehingga gas tidak bisa dilepaskan ke udara bebas dan hasilnya adonan mengembang serta memiliki aroma khas.

b.      Pengolahan Hasil Susu
Susu yang dihasilkan oleh sapi ternyata tidak hanya bisa dikomsumsi dalam susu saja, susu dengan memnafaatkan biotenologi dapat menghasilkan produk baru seperti yoghurt, mentega, keju, dan kerupuk susu.

1)      Yoghurt
Susu memiliki kadar air yang tinggi dan pH netral serta kaya akan nutrisi yang diperukan untuk pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat yoghurt adalah Lactobacilus bulgaricus dan Stremophilus termophillus. Lactobacilus bulgaricus memiliki kemampuan menfermentasikan susu menjadi asam laktat dan menurunkan pH sampai 4 sehingga rasanya asam. Stremophilus termophillusmenghasilkan lender yang membuat susumenjadi kental. Untuk memperoleh yoghurt berkualitas baik diperlukan susu yang berkualitas baik pula, yaitu berasal dari hewan sehat, memiliki bau susu yang normal, dan tidak terkontaminasi. Selain itu, susu yang digunakan harus dipasteurisasi dan sebagian besar lemak dibuang. Yoghurt mengandung beberapa vitamin B dan mineral. Cocok untuk orang yang alergi terhadap susu karena laktosa dalam susu sudah dirusa

2)      Mentega
Mikroorganisme yang digunakan dalm pembuatan mentega adalah Streptococcus lactis dan Leuconostoc cremoris yang membantu proses pengemasan. Kemudian susu ditambah dengan cita rasa dan lemak mentega dipisahkan.


3)      Keju
Mikroorganisme yang digunakan adalah Streptococcus dan Lactobacilus. Bakteri ini berfungsi memfermentasikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat dengan reaksi sebagai berikut :
C12H22O11 + H2O → 4CH3COHCOOH
Susu yang digunakan terlebih dahulu dipanaskan 90ºC atau dipasteurisasikan sampai 30ºC. kemudian kultur bakteri asam laktat diinokulasikan (ditanam). Akibat aktivitas bakteri pHturun dan mengakibatkan susu menjadi dadih, padat, dan cair Whey. Proses ini disebut pendadihan. Setelah itu ditambah enzim rennin dari lambung sapi muda untuk menggumpalkan dadih. Whey yang terbentuk diperas lalu digunakan sebagai makanan sapi. Sedangkan dadih yang terbentuk dipanaskan 32-42°C sambil ditambah garam. Kemudian dadih ditekan dan dibuang airnya dan disimpan agar matang. Kualitas keju sangat tergantung pada susu yang dijadikan bahan baku dan jenis dari bakteri atau jamur yang membantu proses pengasaman. Selain itu juga tergantung pada makanan ternak yang akan diambil susunya. Kandungan gizi yang dimiliki keju antara lain kalsium, lemak, protein, dan fosfornya yang tinggi sehingga layak diperhitungkan untuk dikonsumsi, terutama oleh kaum muda yang sedang membutuhkan kalsium tinggi agar tulang tidak rapuh. Ada beberapa macam jenis keju yaitu :
a)      Keju sangat keras, contoh keju Romano dankeju Parmeson,
b)      Keju keras, contoh keju Cheddar dan keju Swiss,
c)      Keju setengah lunak, contoh keju Requefort (keju biru),
d)     Keju lunak, contoh keju Camembert,


4)    Kerupuk susu
Kerupuk susu merupakan olahan terbaru dari susu. Cara pengolahan mirip dengan pembuatan keju. Pertama, susu yang digunakan harus dipasteurisasi terlebih dahulu, setelah itu didinginkan lalu tambahkan asam cuka dari proses ini akan terjadi penggumpalan. Penggumpalan ini tampak seperti tahu, oleh karenanya disebut tahu susu. Tambahkan seperempat tapioca dan dadih susu, lalu dipanaskan. Aduk beserta bumbu yang sudah dibuat lalu dibungkus plastik kemudian dikukus, iris, dan jemur.


2.4      Dampak Bioteknologi Bagi Manusia dan Lingkungan

Bioteknologi bertujuan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Banyak sekali manfaat bioteknologi bagi kehidup manusia, khususnya dalambidang pangan, antara lain sebagai berikut.

a.       Berbagai produksi bahan pangan khususnya produk fermentasi yang berkembang sebagai industri rumah tangga memberi dampak positif bagi masyarakat antara lain sebagai berikut.
1)      Dapat menjadi sumber mata pencarian bagi masyarakat dan mengurangi pengangguran.
2)      Memberi penghadilan tambahan untuk usaha sambilan.
3)      Meningkatkan nilai ekonomisuatu barang dengan biaya yang murah.
4)      Secara teknis, prosedur, dan alatnya sederhana sehungga mudah dikerjakan
b.      Dihasilkannya sumber pangan alternatifuntuk memenuhi kebutuhan gizi, seperti produksi chlorella sp. dan spirulina sp.
c.       Hewan dan tumbuhan transgenik diharapkan dapat mengatasi kekurangan pangan dengan meningkatkan kualitas dan jumlah produksinya.

Pemanfaatan bioteknologi secara langsung ataupun tak langsung memberikan dampak negatif ataupun merugkan bagi manusia dan lingkunagn. Dampak tersebut antara lain sebagai berikut.
1.      Penyalahgunaan minuman hasil fermentasi yang pada awalnya digunakan untuk menghangatkan badan, disalahgunakan sebagai minuman keras. Selai merusak kesehatan dan kejiwaan seseorang, juga meningkatkan kejahatan di masyarakat.
2.      Limbah sampingan dari produksi temped an tahu yang dibuang ke sungai ternyata menimbulkan pencemaran organic di lingkunagn perairan.
3.      Organisme transgenic yang dilepas kea lam dikhawatirkan dapat mengubah keseimbangan ekosistem. Hal itu karena setiap spesies memiliki peran tersendiri dalam suatu ekosistem. Keberadaan spesies baru dikhawatirkan akan mengubah peran organisme lain dalam ekosistem.
4.      Beberapa produk biotenologi masih dalam perdebatan, baik dari segi kesehatan maupun moral.













BAB III
METODE PENELITIAN
         
3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang saya gunakan adalah penelitian deskriptif korelatif. Metode penelitian korelatif adalah mengkaji hubungan antara variabel-variabel bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel ( Alimul, 2007). Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data, kemudian disusun, dijelaskan dan dianalisa. Sehingga diharapkan penelitian saya bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat.

3.2 Sumber Data

Sumber penelitian ini dengan mengambil data dari buku maupun internet. Sebelumnya pun telah dilakukan penelitian di Laboraturium Kultur Jaringan Service Laboratory SEAMEO dan di Universitas Muhammadiyah, Semarang.

3.3 Teknik Analisis Data
Cara kami dalam menganalisis data yang saya dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu saya mulai menghitung jumlah data, setelah itu saya mengklasifikasikan data-data yang diperoleh. Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian saya, saya menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam karya tulis ini.







BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Pembahasan Pengamatan

A. Pembuatan Yoghurt
a)      Alat :
1)            Panci email                          
2)            Kompor atau alat pemanas   lainnya
3)            pH meter atau kertas pH     
4)            Kertas saring                                    9)   Gelas ukur
5)            Bekker glass volume 1 liter              10)   Rak kayu
b)      Bahan
1)      Susu sapi segarsebanyak 1 liter
2)      Biakan murni bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptoccusthermophilus
Cara Kerja
1)      Panaskan susu yang akan difermentasikan pada suhu 90 ºC selama 15-30 menit.
2)      Dinginkan susu yang telah dipanaskan sampai suhunya mencapai 40 ºC.
3)      Inokulasikan biakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptoccusthermophilus sebanyak 2% dari jumlah susu yang akan difermentasikan kemudian, tutup tempat susu tersebut.
4)      Simpanlah susu yang telah diinkubasikan tersebut ke dalam ruangan yang bersuhu sekitar 43 ºC selama 3 jam atau sampai tercapai pH 4-5.
5)      Dinginkan susu yang telah mencapai pH4-5 pada suhu 5 ºC untuk selanjutnya dikemas dalam botol atau tempat lainnya.






B. Pembuatan tempe
  a) Alat  :
1)      Waskom                         5)tampah
2)      Ayakan                           6)kompor
3)      Dandang                        7)Cukil kayu
4)      Kipas dan peralatan lain yang diperlukan
b)  Bahan
1)      kacang kedelai.
2)      ragi tempe atau biakan murni Rhizopus sp.
3)      kantong plastic atau daun pisang atau daun jati.
Cara kerja
1)      Cucilah tampah, ayakan, kipas, dan cukilyang akan digunakan kemudian keringkan.
2)      Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur kemudin cuci dengan air bersih.
3)      Rendam kacang kedelai yang telah dicucibersih selama 12-18 jam dengan air yang bersuhu sekitar 70 ºC.
4)      Lepaskan kulit biji kedelai tersebut sampai terasa empuk.
5)      Kukus atau rebus biji kedelai tersebut sampai terasa empuk.
6)      Setelah biji kedelai terasa empuk, letekkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, kemudian kipasi sambil diaduk-aduk supaya merata terasa hangat.
7)      Taburkan ragi tempe yang telah disediakan sedikit-demisedikit sambi diaduk-aduk supaya merata (1,5 gr ragi tempe untuk 2 kg kedelai)
8)      Siapkan kantong plastic atau daun pisang untuk membungkus.
9)      Masukkan kedelai yang telah diberi ragi ke dalam pembungkusnya, ketebalan sesuai dengan selera.
10)  Inkubasikan kacang kedelai ini pada suhu kamar selam 1 atau 2 hari hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutup jamur.

Info : Penggunaan tempe sebagai makan ternyata memiliki kelebihan dari pada kedelai. Tempe ternyata memiliki rasa yang lebih enak. Dengan adanya fermentasi, nutrisi yang dikandung kedelai lebih mudah untuk dicerna. Keuntungan lainnya, yaitu hilangnya bau langu kedelai dan berubah menjadi aroma sedap. Yang unik terjadi pada Neurospora sitophila yang tidak pernah digunakan orang untuk pembuatan satu jenis makanan apapun, kecuali oncom
4.2  Hasil Pengamatan
Makanan dan Minuman Hasil Dari Bioteknologi

Jenis Bahan Makanan

Bahan Baku Utama
Mikroorganisme yang Berperan
1. Tempe
Kedelai, ampas tahu, dan kacang kara
Jamur tempe (Rhizopus oryzae)
2. Tahu
Kedelai
Kecutan air tahu atau “biang” berisi bakteri asam laktat (lactobacillus sp.)
3. Tapai
Ketela dan ketan
Ragi tapi yang berisi camputan :
a. Saccharomyces sp. (jamur)
b. Rhizopus sp. (jamur)
c. Aspergillus sp. (jamur)
d. bakteri asan laktat
4. Oncom
Ampas pengolahan minyak kacang tanah
Jamur oncom (Monilia sitophyla atau Neurospora crassa)
5. Tempe Bungkil
Limbah minyak goreng dari kacang tanah
Ragi tempe (Rhizopus oryzae)
6. Kecap
Kedelai dan gula jawa
Aspergillus wentil atau A. flavus
7. Tauco

Bibit tauco (berisi Rhizopus olygosporus, Rhizopus oryzae, Aspergillus oryzae
8. Nata de coco
Air kelapa dan gula pasir
Bibit nata (bakteri Acetobacter xylinum)
9. Yoghurt
Susu dan susu kedelai
Bibit yoghurt yang berisi Lactobacilus bulgaricus dan Streptococcus thermophillius
9. Yoghurt
Susu dan susu kedelai
Bibit yoghurt yang berisi Lactobacilus bulgaricus dan Streptococcus thermophillius
10. Anggur
Sari buah anggur atau buah-buahan
Ragi tapai (yeast) atau ragi roti lainnya (Saccharomyces cerevisiae)
11. Bir (beer)
Buah-buahyang mengandung gula (karbohidrat)
Ragi tapai (yeast) (Saccharomyces cerevisiae)
12. Cuka
Air kelapa, kulit pisang,, atau bahan lain yang mengandung gula
Ragi roti (Saccharomyces cerevisiae dan Aerobacteri sp.)
13. Keju
Susu (laktosa dan kasein)
Lactobacilus bulgaricus atau L. actis
14. Aseton, butanol
Glukosa (zat gula sederhana)
Clostridium acetobutylicum
15. Alkohol
Glukosa (zat gula sederhana)
Rag tapai (khamir, gist)
16. Brem
Ketan
Ragi (berisi jamur Amilomyces rouxii sp. dan Hansenula sp.)



BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dengan disimpulkan bahwa makanan hasil dari aplikasi bioknologi yang menggunakan mikroorganisme banyak manfaatnya jika kita memanfaatkannya dengan baik. Contohnya dapat dibuat tempe, susu,keju, dan yang lainnya.Cara pembuatannya pun mudah dibuat sendiri tanpa ada campur tangan bantuan mesin, tidak memakan biaya yang banyak sehingga meminimalkan biaya yang harus dikeluarkanuntuk membuatnya dan bahan-bahannya pun mudah didapat di lingkungan sekitar kita.

5.2    Saran
5.2.1 Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang makanan hasil bioteknologi.
5.2.2 Perlu diadakan pendekatan dengan warga sekitar agar bisa memanfaatkan mikroorganisme menjadi makanan hasil bioteknologi.
5.2.3 Masyarakat dapat berwirausahan dengan menjual makanan hasik dari bioteknologi.









DAFTAR PUSTAKA

Karya Tulis SMA Kelas XI IPA Tahun 2011
TIM IPA.2007.IPA Terpadu 3 SMP/MTs Kelas IX.Jakarta:Yudistira
http//columbiaseod.com
         http//google.com
         http//wikipedia.com
http//wortadesa2007.wordpress.com

















LAMPIRAN GAMBAR

Pembuatan tempe

Pembuatan Breem
Description: brem     Description: bremmm
     

Description: Cara-Membuat-Keju1

Description: nata-de-cocoDescription: images
                                              
                                          
Description: kecap_bango_1            Description: susu
      Description: yoghurt       Description: oncom 


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar