MAKANAN
dan MINUMAN HASIL BIOTEKNOLOGI
KARYA
ILMIAH
Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi
syarat-syarat
guna mencapai nilai yang lebih baik dalam
Bidang Studi Bahasa Indonesia
Disusun oleh :
Suci Apriani
NISN: 101110087
KELAS XI IPA 4
SEKOLAH
MENENGAH ATAS NEGERI 9 BEKASI
Jl. Raya Kota Legenda, Mustika Jaya-Bekasi
TAHUN AJARAN 2011-2012
HALAMAN PERSEMBAHAN
MOTTO :
“ Do the Best ”
Karya tulis ini
dipersembahkan untuk :
1. Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Bekasi Bapak Drs. H.
Sarmani Abbas,M,Pd. Yang telah menyediakan fasilitas sehingga Karya Tulis
Ilmiah ini bisa selesai dengan baik.
2. Guru Bahasa Indonesia XI IPA, Ibu Hj.Yenni Maria,M.Pd.
Yang telah membimbing penulisan maupunpembuatan Karya Tulis Ilmiah sehingga
bisa memperbaiki kekurangan yang ada dalam Karya Tulis Ilmiah.
3. Ayahanda dan Bunda penulis, yang selalu sabar
mengiringi perjalanan hidup, cita-cita dan harapan penulis dengan do’a, serta
bantuan materil dalam proses penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini.
4. Keluarga besar penulis yang senantiasa mendukung,
memberi perhatiannya dan membantu secara noril dalam penyusunan Karya Tulis
Ilmiah ini.
5. Sahabat-sahabat penulis : Anisah Nur Utami sebagai Wakil Ketua Kelas XI IPA, Dessy Melianita,
Ulfa Khoirunnisa, Putri Shelinda, Hanggita Indra Sari Dewi, Juwita Ayang
Nuretza, Rara Dita, Rina Maulina, Ida Wardani dan teman-teman yang tidak bisa
disebutkan satu-persatu terima kasih atas dukungan dan bantuannya dalam
penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
6. Rekan-rekan Siswa/I angkatan serta semua pihak yang
telah membantu dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, yang tidak bisa
disebutkan satu-persatu yang telah membantu dan mendukung penulis dalam
penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
Akhir kata dengan segala kerendahan hati, penulis
menyadari bahwa penulisan Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna dan
semoga dapat menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca dan memberi manfaat
bagi pahak-pihak yang membutuhkan.
Bekasi, Mei
2012
Penulis
HALAMAN PENGESAHAN
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi
syarat-syarat
guna mencapai nilai yang lebih baik dalam
Bidang Studi Bahasa Indonesia
Disahka dan diperiksa
Oleh :
Guru Bahasa Indonesia
Hj.Yenni Maria, M.Pd.
NIP. 1963102 200604 2001
Mengetahui,
Wali Kelas
Elly Setiawati, S.Pd
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji syukur penulis panjatkan atas
kehadiran Allah SWT. serta salawat serta salam kepada junjungan kita Nabi
Muhammad saw yang telah memberikan kemudahan dalam menyelesaikan Karya Tulis
Ilmiah. Tanpa pertolongan dari-Nya mungkin penulis tidak akan sanggup
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “
Makanan dan Minuman Hasil Bioteknologi” yang kami sajikan berdasarkan metode
penelitian korelatif. Metode penelitian korelatif adalah mengkaji hubungan
antara variable-variabel bertujuan untuk mengungkap hubungan korelatif antara
variable(Amilu,2007). Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data, kemudian
disusun, dijelaskan dan dianalisa. Dalam penelitian ini kami mencoba
menjelaskan berbagai makanan dan minuman hasil dari bioteknologi di masyarakat
serta cara pembuatan tempe
dan yoghurt.
Karena fasilitas yang kurang memadai,
penelitian yang seharusnya menggunakan metode pengamatan atau observasi diubah
menjadi metode pengolahan data secara korelatif.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Kepala Sekolah SMAN 9 Bekasi, Bapak Drs. H. Sarmani
Abbas,M,Pd. atas dukungannya.
2. Ibu Hj. Yenni Maria,M,Pd. sebagai guru bidang studi
Bahasa Indonesia yang telah membimbing dalam proses pengerjaan Karya Tulis
Ilmiah ini.
3. Ibu Elly Setiawati, S.Pd sebagai wali kelas XI IPA 4.
4. Ayahanda dan Bunda yang senantiasa menyemangati untuk
tidak pantang menyerah.
5. Sahabat-sahabat penulis telah memberikan motivasi dan
memberikan senyuman yang dapat meringankan beban yang sedang penulis pikul.
Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat
memberikan pengetahuan dan kontribusinya untuk Negara sehingga masyarakat awam
atau pembaca bisa mengerti dan mengetahui hal kecil yang ada di sekitar mereka
yang belum mereka ketahui.
Demikian, kata pengantar ini penulis
buat. Apabila ada kesalaan dalam penulisan, mohon dimaafkan karena masih dalam
taraf pembelajaran. Karya Tulis ini masih jauh dari kata sempurna karena tak
ada gading yang tak retak
Wassalammualaikum
Wr. Wb.
Bekasi, Mei 2012
Penulis
ABSTRAK
A.
Suci Apriani
Bogor, 14 April 1995
B.
“MAKANAN dan MINUMAN HASIL BIOTEKNOLOGI”.
C.
Vi + 14 halaman + daftar pustaka + lampiran
D.
Metode penelitian : Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitian
korelatif adalah mengkaji hubungan antara variabel-variabel bertujuan untuk
mengungkap hubungan korelatif antara variable. Penelitian ini diawali dengan
pengumpulan data, kemudian disusun, dijelaskan dan dianalisa.
E. RINGKASAN
Makanan sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia ,
karena dalam berbagai acara maupun kesempatan selalu disediakan makanan di
meja. Tapi, sesungguhnya terdapat makanan yang merupakan hasil dari
bioteknologi yang dalam proses pembuatannya menggunakan biokimia, mikrobiologi,
dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya
bagi kepentingan manusia.
Masyarakat yang tidak tahu-menahu soal ini pun menjadi
penasaran, maka dari itulah kami melakukan percobaan membuat tempe dan nata de coco. Percobaan ini di
lakukan di Universitas Muhammadiyah, Semarang .
Hasilnya pun menunjukan bahwa banyak diantara
mikroorganisme yang merugikan ternyata ada pula yang menguntungkan, seperti mikroorganisme
: 1.)Rhizopus oryzae pada pembuatan tempe ; 2.)Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus dalam
pembuata yoghurt.
Dan kami pun mendapatkan mikroorganisme lainnya yang
dapat digunakan dalam proses pembuatan makanan yang berbeda.
DAFTAR
ISI
Halaman Persembahan…………………………………………………………….. i
Halaman Pengesahan……………………………………………………………… ii
Kata Pengantar…………………………………………………………………….. iii
Abstrak…………………………………………………………………………….. iv
Daftar
Isi…………………………………………………………………………... v
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………….. 1
1.2 Identifikasi
Masalah……………………………………………………….. 1
1.3 Batasan Masalah…………………………………………………………... 2
1.4 Rumusan Masalah…………………………………………………………. 2
1.5 Tujuan
Penelitian………………………………………………………….. 2
1.6 Manfaat Penelitian………………………………………………………… 2
BAB II
Landasan
Teori
2.1
Pengertian Bioteknologi…………………………………………………... 3
2.2
Perkembangan Bioteknoogi………………………………………………. 4
2.3
Bioteknologi yang Sedang Dikembangkan……………………………….. 5
2.4
Dampak Biologi Bagi Manusia dan Lingkungan…………………………. 7
BAB III
Metode
Penelitian
3.1
Jenis Penelitian…………………………………………………………… 8
3.2
Sumber Data……………………………………………………………… 8
3.3 Teknik Analisa
Data………………………………………………………. 8
BAB IV
Hasil
Penelitian
4.1 Pembahasan
Pengamatan………………………………………………….. 9
4.2 Hasil Pengamatan………………………………………………………….. 11
BAB V
Kesimpulan
dan Saran
5.1 Kesimpulan……………………………………………………………….. 13
5.2
Saran……………………………………………………………………..... 13
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………… 14
LAMPIRAN……………………………………………………………………….. 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pernakah kamu memakan tempe atau tapai?
Makanan tersebut dihasilkan melalui pengolahan bahan makanan secara biologi.
Pengolahan demikian disebut dengan bioteknologi. Bioteknologi adalah studi
tentang produksi makanan dengan proses yang menggunakan organisme atau system
hidup dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah dalam pengerjaannya. Berbagai
produk bioteknologi saat ini telah banyak dihasilkan, tidak hanya dalam pengolahan
makanan, pengolahan limbah, bahkan reproduksi pada hewan dan manusia. Untuk
memahami bagaimana bioteknologi berperan dalam mengubah suatu produk dilakukan
tinjauan penelitian ini untuk mengetahui makanan hasil produk bioteknologi.
Sepanjang kita hidup tentu saja makanan
akan selalu kita cari untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita, makanan khas tradisional kampung halaman, misalnya
tauco dan oleh-oleh khas Bandung misalnya peuyeum Bandung.Ternyata makanan-makanan
tersebut adalah hasil dari proses bioteknologi sederhana yang sudah sejak lama
ditekuni oleh orang Indonesia. Tempe yang kita makan sehari-hari juga berasal
dari aplikasi bioternologi sederhana. Olehkarena itu kami melakukan beberapa
percobaan untuk mengetahui mikroorganisme apa sehingga dapat menghasilkan
makana yang disebut makan hasil bioteknologi, seperti membuat tempe , tauco, yoghurt, tapai serta yang
lainnya.Tinjauan penelitian ini adalah untuk mengetahui makanan hasil produk
bioteknologi. Untuk memahami bagaimana bioteknologi berperan dalam mengubah
suatu produk dilakukan tinjauan penelitian ini untuk mengetahui makanan hasil
produk bioteknologi.
1.2 Identifikasi Masalah
Teknologi fermentasi telah dikenal sejak zaman nenek
moyang kita. Bila kita perhatikan, maka masyarakat kita memiliki segudang
penglaman dalam membuat makanan dan minuman dengan menggunakan ragi(fermentasi). Tahukah kamu jenis makanan dan minuman apa sajakah yang dibuat
dengan menggunakan fermentasi?
Banyak bahan makanan atau minuman di masyarakat kita
yang dibuat dengan memnafaatkan jasabakteri atau jamur. Kamu tentu mengenal
tempe, tapai, oncom, kecap, tauco, brem, anggur, tahu, nata de coco, yoghurt,
dan roti. Bahan-bahan makanan tersebut sangat populer karena banyak dikonsumsi
masyarakat kita. Dengan bahan baku dan jenis mikroorganismeapakah makanan
tersebut di buat?
1.3 Batasan Masalah
1.3.1 Makanan yang merupakan hasil dari aplikasi
bioteknologi
1.3.2 Mikroorganisme yang digunakan dalam pembuatan
makanan hasil bioteknologi
1.3.3 Setiap makanan hasil aplikasi bioteknologi
menggunakan mikroorganisme yang sama atau tidak
1.4 Rumusan Masalah
1.4.1 Mengetahui makana apa saja yang termasuk hasil
dari aplikasi bioteknologi.
1.4.1 Mengetahui berbagi macam mikroorganisme.
1.4.3 Mengetahu mikroorganisme yang digunakan dalam
pembuatan makanan.
1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai
dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah :
5.1 Mengetahu
proses pembuatan tempe, yoghurt, nata de coco, sebagi salah satu contoh
aplikasi dari makanan hasil dari bioteknologi.
5.2 Mengetahui pembuatan secara procedural
5.3 Mengetahui berbagai mikroorganisme yang digunakan.
1.5 Manfaat Penelitian
Kami berharap semoga dengan tersusunnya
karya tulis ini semua orang tahu berbagai macam makanan hasil dari bioeknologi
dan bagai mana cara untuk membuatnya dengan benar yang sasuai dengan prosedural
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari istilah latin, yaitu bio artinya hidup,
teknos artinya teknologi/terapan dan logos artinya ilmu. Sehingga, definisi
bioteknologi adalah ilmu terapan yang menerapkan prinsip-prinsip sains dan
teknologi terhadap serangkaian proses dari bahan-bahan biologi yang mengjasilkan
barang dan jasa. Dalam penerapanny selain berhubungan dengan biologi secara
umum, bioteknologi juga memerlukan beberapa bidang ilmu spesifik lain, seperti biokimia,
mikrobiologi, genetika sitologi, dan sebagainya.
1. Biokimia
Biokimia merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari
makhluk dari aspek kimianya. Biokimia membantu mengetahui reaksi-reaksi kimia
penting yang terjadi dalam sel. Dengan demikian dapt dipahami mengenai proses
yang terjadi dalam tubuh
2. Mikrobiologi
Mikrobiologi merupakan cabang biologi
yang mengkaji tentang jasad renik(mikroorganisme), seperti bakteri da kuman
penyakit. Dalam bioteknologi banyak.
3. Genetika
Genetika merupakan cabang biologi yang mengkaji
tentang pewarisansifat-sifat genetic makhluk hidup dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Penerapan genetika dalam bioteknologi memberi kemajuan
yang sangat pesat dan mencengangkan.
4. Sitologi
Sitologi atau biologi sel merupakan cabang biologi
yang mengkaji tentang sel. Pengetahuan mengenai sifat-sifat dan structural sel
akan mendukung aplikasi bioteknologi.
Berbagai produk
bioteknologi saat ini telah banyakdihasilkan, tidak hanya dalam pengolahan
makanan, tetapi juga telah mencakup berbagai bidang, seperi pertanian,
pertenakan, kedokteran, pengolahan limbah, bahkan reproduksi pada hewan dan
manusia Secara umum, berdasarkan teknologi yang digunaka, bioteknologi terbagi
atas bioteknologi konvesional dan bioteknologi modern.
Bioteknologi
Konvesional dan Bioteknologi Modern.
Perkembangan bioteknologi berjaan seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Istilah bioteknologi
pertama kali diperkenalkan oleh Karl Ereky (1917).selanjutnya, Carl Goren Heden
(1961), seorang ahli mikrobiologi Swedia memberi batasan pengertian bioteknoogi
sebagi adalah studi tentang produksi makanan dan jasa dengan proses yang
menggunakan organisme atau sistem hidup. Organisme yang dimaksud adalah
mikroorganisme (jasad renik), yaitu bakteri dan jammur (ragi) yang digunakan dalam
industrimakanan dan minuman
2.2 Perkembangan
Bioteknologi
Bioteknologi sebenarnya sudah dikenal sejak lama.
Bioteknologi trasional yang sederhana telah lama dikelal, seperti pada proses
pembuatan tempe, tapai, oncom, kecap, yoghurt, dan lain-lain. Masyarakat dahulu
sudah melakukan pembuatanmakanan yang menggunakan mikroorganisme untuk
menghasilkan produk yang optimal, tetapi mereka belum mengenal bioteknologi
Bioteknologi tradisional merupakan
bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses kimia, dan proses genetika.
Contoh bioteknologi tradisional lainnya misalnya penangkaran ternak dan tanaman
dan pembuatan alcohol. Sekitar abad ke-18 mulai dikenal nama bioteknologi,
diketahui dengan pembuatan alkohol dalam proses peragian. Pada pembuatan
alcohol yang mengubah fruktosa dan glukosa menjadi alkohol dan gula dengan
memanfaatkan mikroorganisme.
Semakin berkembangnya
bioteknologi munculah bioteknologi modern yang didasari pada manipulasi atau
rekayasa DNA. Bioteknologi modern berkembang sekitar tahun 50-an. Contoh
bioteknologi modern yaitu cloning dombs Dolly.Perkembangan bioteknologi dewasa
ini kian meranbah ke segala bidang kehidupan. Disadari atau tidak, dalam
kehidupan sehari-hari kita telah merasakan manfaat dari bioteknologi. Makanan
seperti tempe, oncom, kecap, tapai, dan antiotik meningkatkan produksi pangan,
bioteknologi dapat dimanfaatkan dalam bidang pengolahan makanan, pertanian, dan
pertenakan. Perkembangan
bioteknologi :
1. Era
bioteknologi generasi pertama dan bioteknologi sederhana.
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.
Contoh:
pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.
Contoh:
pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain
2. Era
bioteknologi generasi kedua.
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.
Contoh:
a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
b. pengolahan air limbah
c. pembuatan kompos
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.
Contoh:
a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
b. pengolahan air limbah
c. pembuatan kompos
3. Era
bioteknologi generasi ketiga.
Proses dalam kondisi steril.
Contoh:
produksi antibiotik dan hormone
Proses dalam kondisi steril.
Contoh:
produksi antibiotik dan hormone
4. Era
bioteknologi generasi baru dan bioteknologi baru.
Contoh:
produksi insulin, interferon, antibodi monoclonal
Contoh:
produksi insulin, interferon, antibodi monoclonal
2.3
Bioteknologi yang Sedang Dikembangkan
Pemanfaatan mikroorganisme dalam pengolahan bahan
pangan.
a.Membuat Roti
Pembuatan roti merupakan proses
fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces sp. Saccharomyces sp.
merupakan merubah karbohidrat menjadi karbon dioksida dan alkphpl. Karbon
dioksida merupakan gas yang dapat dilepaskan, tetapi karena gas yang dihasilkan
tersebut terperangkap dalam adonan sehingga gas tidak bisa dilepaskan ke udara
bebas dan hasilnya adonan mengembang serta memiliki aroma khas.
b. Pengolahan Hasil Susu
Susu yang dihasilkan oleh sapi ternyata
tidak hanya bisa dikomsumsi dalam susu saja, susu dengan memnafaatkan biotenologi
dapat menghasilkan produk baru seperti yoghurt, mentega, keju, dan kerupuk
susu.
1) Yoghurt
Susu memiliki kadar air yang tinggi dan
pH netral serta kaya akan nutrisi yang diperukan untuk pertumbuhan
mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat yoghurt adalah Lactobacilus bulgaricus dan Stremophilus termophillus. Lactobacilus bulgaricus memiliki
kemampuan menfermentasikan susu menjadi asam laktat dan menurunkan pH sampai 4
sehingga rasanya asam. Stremophilus termophillusmenghasilkan
lender yang membuat susumenjadi kental. Untuk memperoleh yoghurt berkualitas
baik diperlukan susu yang berkualitas baik pula, yaitu berasal dari hewan
sehat, memiliki bau susu yang normal, dan tidak terkontaminasi. Selain itu,
susu yang digunakan harus dipasteurisasi dan sebagian besar lemak dibuang.
Yoghurt mengandung beberapa vitamin B dan mineral. Cocok untuk orang yang
alergi terhadap susu karena laktosa dalam susu sudah dirusa
2) Mentega
Mikroorganisme yang digunakan dalm
pembuatan mentega adalah Streptococcus lactis
dan Leuconostoc cremoris yang
membantu proses pengemasan. Kemudian susu ditambah dengan cita rasa dan lemak
mentega dipisahkan.
3) Keju
Mikroorganisme yang digunakan adalah Streptococcus
dan Lactobacilus. Bakteri ini
berfungsi memfermentasikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat dengan reaksi
sebagai berikut :
C12H22O11 + H2O → 4CH3COHCOOH
Susu yang digunakan
terlebih dahulu dipanaskan 90ºC atau dipasteurisasikan sampai 30ºC. kemudian kultur
bakteri asam laktat diinokulasikan (ditanam). Akibat aktivitas bakteri pHturun
dan mengakibatkan susu menjadi dadih, padat, dan cair Whey. Proses ini disebut
pendadihan. Setelah itu ditambah enzim rennin dari lambung sapi muda untuk
menggumpalkan dadih. Whey yang terbentuk diperas lalu digunakan sebagai makanan
sapi. Sedangkan dadih yang terbentuk dipanaskan 32-42°C sambil ditambah garam.
Kemudian dadih ditekan dan dibuang airnya dan disimpan agar matang. Kualitas
keju sangat tergantung pada susu yang dijadikan bahan baku dan jenis dari bakteri atau jamur yang
membantu proses pengasaman. Selain itu juga tergantung pada makanan ternak yang
akan diambil susunya. Kandungan gizi yang dimiliki keju antara lain kalsium,
lemak, protein, dan fosfornya yang tinggi sehingga layak diperhitungkan untuk
dikonsumsi, terutama oleh kaum muda yang sedang membutuhkan kalsium tinggi agar
tulang tidak rapuh. Ada
beberapa macam jenis keju yaitu :
a) Keju sangat keras, contoh keju Romano dankeju
Parmeson,
b) Keju keras, contoh keju Cheddar dan keju Swiss,
c) Keju setengah lunak, contoh keju Requefort (keju
biru),
d) Keju lunak, contoh keju Camembert,
4)
Kerupuk susu
Kerupuk susu
merupakan olahan terbaru dari susu. Cara pengolahan mirip dengan pembuatan
keju. Pertama, susu yang digunakan harus dipasteurisasi terlebih dahulu,
setelah itu didinginkan lalu tambahkan asam cuka dari proses ini akan terjadi
penggumpalan. Penggumpalan ini tampak seperti tahu, oleh karenanya disebut tahu
susu. Tambahkan seperempat tapioca dan dadih susu, lalu dipanaskan. Aduk
beserta bumbu yang sudah dibuat lalu dibungkus plastik kemudian dikukus, iris,
dan jemur.
2.4
Dampak Bioteknologi Bagi Manusia dan Lingkungan
Bioteknologi
bertujuan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Banyak sekali
manfaat bioteknologi bagi kehidup manusia, khususnya dalambidang pangan, antara
lain sebagai berikut.
a. Berbagai produksi bahan pangan khususnya produk
fermentasi yang berkembang sebagai industri rumah tangga memberi dampak positif
bagi masyarakat antara lain sebagai berikut.
1) Dapat menjadi sumber mata pencarian bagi masyarakat
dan mengurangi pengangguran.
2) Memberi penghadilan tambahan untuk usaha sambilan.
3) Meningkatkan nilai ekonomisuatu barang dengan biaya
yang murah.
4) Secara teknis, prosedur, dan alatnya sederhana
sehungga mudah dikerjakan
b. Dihasilkannya sumber pangan alternatifuntuk memenuhi
kebutuhan gizi, seperti produksi chlorella
sp. dan spirulina sp.
c. Hewan dan tumbuhan transgenik diharapkan dapat
mengatasi kekurangan pangan dengan meningkatkan kualitas dan jumlah
produksinya.
Pemanfaatan bioteknologi secara langsung ataupun tak
langsung memberikan dampak negatif ataupun merugkan bagi manusia dan
lingkunagn. Dampak tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Penyalahgunaan minuman hasil fermentasi yang pada
awalnya digunakan untuk menghangatkan badan, disalahgunakan sebagai minuman
keras. Selai merusak kesehatan dan kejiwaan seseorang, juga meningkatkan
kejahatan di masyarakat.
2. Limbah sampingan dari produksi temped an tahu yang
dibuang ke sungai ternyata menimbulkan pencemaran organic di lingkunagn
perairan.
3. Organisme transgenic yang dilepas kea lam
dikhawatirkan dapat mengubah keseimbangan ekosistem. Hal itu karena setiap
spesies memiliki peran tersendiri dalam suatu ekosistem. Keberadaan spesies
baru dikhawatirkan akan mengubah peran organisme lain dalam ekosistem.
4. Beberapa produk biotenologi masih dalam perdebatan,
baik dari segi kesehatan maupun moral.
BAB III
METODE
PENELITIAN
3.1 Jenis
Penelitian
Jenis
penelitian yang saya gunakan adalah penelitian deskriptif korelatif. Metode
penelitian korelatif adalah mengkaji hubungan antara variabel-variabel
bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel ( Alimul,
2007). Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data, kemudian disusun,
dijelaskan dan dianalisa. Sehingga diharapkan penelitian saya bisa menjadi
penelitian yang benar dan tepat.
3.2 Sumber
Data
Sumber penelitian ini dengan mengambil data dari buku
maupun internet. Sebelumnya pun telah dilakukan penelitian di Laboraturium
Kultur Jaringan Service Laboratory SEAMEO dan di Universitas Muhammadiyah,
Semarang.
3.3
Teknik Analisis Data
Cara kami dalam menganalisis data yang saya dapat
yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang
diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu saya mulai menghitung jumlah data,
setelah itu saya mengklasifikasikan data-data yang diperoleh. Langkah
berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian saya, saya menghubungkan data-data
yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah
terakhir, kami menuangkannya dalam karya tulis ini.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Pembahasan Pengamatan
A. Pembuatan Yoghurt
a) Alat :
1)
Panci
email
2)
Kompor
atau alat pemanas lainnya
3)
pH
meter atau kertas pH
4)
Kertas
saring 9) Gelas ukur
5)
Bekker
glass volume 1 liter 10) Rak kayu
b)
Bahan
1) Susu sapi segarsebanyak 1 liter
2)
Biakan murni bakteri Lactobacillus
bulgaricus dan Streptoccusthermophilus
Cara Kerja
1) Panaskan susu yang akan
difermentasikan pada suhu 90 ºC selama 15-30 menit.
2) Dinginkan susu yang telah dipanaskan
sampai suhunya mencapai 40 ºC.
3) Inokulasikan biakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptoccusthermophilus sebanyak 2% dari
jumlah susu yang akan difermentasikan kemudian, tutup tempat susu tersebut.
4) Simpanlah susu yang telah
diinkubasikan tersebut ke dalam ruangan yang bersuhu sekitar 43 ºC selama 3 jam
atau sampai tercapai pH 4-5.
5) Dinginkan susu yang telah mencapai
pH4-5 pada suhu 5 ºC untuk selanjutnya dikemas dalam botol atau tempat lainnya.
B. Pembuatan tempe
a) Alat
:
1) Waskom 5)tampah
2) Ayakan 6)kompor
3) Dandang 7)Cukil kayu
4) Kipas dan peralatan lain yang
diperlukan
b) Bahan
1) kacang kedelai.
2) ragi tempe atau biakan murni Rhizopus sp.
3) kantong plastic atau daun pisang atau
daun jati.
Cara kerja
1) Cucilah tampah, ayakan, kipas, dan
cukilyang akan digunakan kemudian keringkan.
2) Bersihkan kacang kedelai dari
bahan-bahan lain yang tercampur kemudin cuci dengan air bersih.
3) Rendam kacang kedelai yang telah
dicucibersih selama 12-18 jam dengan air yang bersuhu sekitar 70 ºC.
4) Lepaskan kulit biji kedelai tersebut
sampai terasa empuk.
5) Kukus atau rebus biji kedelai
tersebut sampai terasa empuk.
6) Setelah biji kedelai terasa empuk,
letekkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, kemudian kipasi
sambil diaduk-aduk supaya merata terasa hangat.
7) Taburkan ragi tempe
yang telah disediakan sedikit-demisedikit sambi diaduk-aduk supaya merata (1,5
gr ragi tempe
untuk 2 kg kedelai)
8) Siapkan kantong plastic atau daun
pisang untuk membungkus.
9) Masukkan kedelai yang telah diberi
ragi ke dalam pembungkusnya, ketebalan sesuai dengan selera.
10) Inkubasikan kacang kedelai ini pada
suhu kamar selam 1 atau 2 hari hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutup
jamur.
Info : Penggunaan tempe
sebagai makan ternyata memiliki kelebihan dari pada kedelai. Tempe ternyata
memiliki rasa yang lebih enak. Dengan adanya fermentasi, nutrisi yang dikandung
kedelai lebih mudah untuk dicerna. Keuntungan lainnya, yaitu hilangnya bau
langu kedelai dan berubah menjadi aroma sedap. Yang unik terjadi pada Neurospora sitophila yang tidak pernah
digunakan orang untuk pembuatan satu jenis makanan apapun, kecuali oncom
4.2
Hasil Pengamatan
Makanan dan Minuman Hasil Dari
Bioteknologi
|
Jenis Bahan Makanan
|
Bahan Baku
Utama
|
Mikroorganisme yang Berperan
|
|
1.
|
Kedelai, ampas tahu, dan kacang kara
|
Jamur
|
|
2. Tahu
|
Kedelai
|
Kecutan air tahu atau “biang” berisi bakteri asam laktat
(lactobacillus sp.)
|
|
3. Tapai
|
Ketela dan ketan
|
Ragi tapi yang berisi camputan :
a. Saccharomyces sp.
(jamur)
b. Rhizopus sp. (jamur)
c. Aspergillus sp. (jamur)
d. bakteri asan laktat
|
|
4. Oncom
|
Ampas pengolahan minyak kacang tanah
|
Jamur oncom (Monilia sitophyla atau Neurospora crassa)
|
|
5.
|
Limbah minyak goreng dari kacang tanah
|
Ragi
|
|
6. Kecap
|
Kedelai dan gula jawa
|
Aspergillus wentil atau A. flavus
|
|
7. Tauco
|
|
Bibit tauco (berisi Rhizopus
olygosporus, Rhizopus oryzae,
Aspergillus oryzae
|
|
8. Nata de coco
|
Air kelapa dan gula pasir
|
Bibit nata (bakteri Acetobacter xylinum)
|
|
9. Yoghurt
|
Susu dan susu kedelai
|
Bibit yoghurt yang berisi Lactobacilus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillius
|
|
9. Yoghurt
|
Susu dan susu kedelai
|
Bibit yoghurt yang berisi Lactobacilus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillius
|
|
10. Anggur
|
Sari buah anggur atau buah-buahan
|
Ragi tapai (yeast) atau ragi roti lainnya (Saccharomyces
cerevisiae)
|
|
11. Bir (beer)
|
Buah-buahyang mengandung gula (karbohidrat)
|
Ragi tapai (yeast) (Saccharomyces cerevisiae)
|
|
12. Cuka
|
Air kelapa, kulit pisang,, atau bahan lain yang mengandung
gula
|
Ragi roti (Saccharomyces
cerevisiae dan Aerobacteri sp.)
|
|
13. Keju
|
Susu (laktosa dan kasein)
|
Lactobacilus
bulgaricus atau L. actis
|
|
14. Aseton, butanol
|
Glukosa (zat gula sederhana)
|
Clostridium
acetobutylicum
|
|
15. Alkohol
|
Glukosa (zat gula sederhana)
|
Rag tapai (khamir, gist)
|
|
16. Brem
|
Ketan
|
Ragi (berisi jamur Amilomyces
rouxii sp. dan Hansenula sp.)
|
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dengan
disimpulkan bahwa makanan hasil dari aplikasi bioknologi yang menggunakan
mikroorganisme banyak manfaatnya jika kita memanfaatkannya dengan baik.
Contohnya dapat dibuat tempe ,
susu,keju, dan yang lainnya.Cara pembuatannya pun mudah dibuat sendiri tanpa
ada campur tangan bantuan mesin, tidak memakan biaya yang banyak sehingga
meminimalkan biaya yang harus dikeluarkanuntuk membuatnya dan bahan-bahannya
pun mudah didapat di lingkungan sekitar kita.
5.2 Saran
5.2.1 Perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut tentang makanan hasil bioteknologi.
5.2.2 Perlu diadakan
pendekatan dengan warga sekitar agar bisa memanfaatkan mikroorganisme menjadi
makanan hasil bioteknologi.
5.2.3 Masyarakat dapat
berwirausahan dengan menjual makanan hasik dari bioteknologi.
DAFTAR PUSTAKA
Karya Tulis SMA Kelas XI IPA Tahun
2011
TIM IPA.2007.IPA Terpadu 3 SMP/MTs
Kelas IX.Jakarta:Yudistira
http//columbiaseod.com
http//google.com
http//wikipedia.com
http//wortadesa2007.wordpress.com
LAMPIRAN GAMBAR
Pembuatan tempe

Pembuatan Breem







Tidak ada komentar:
Posting Komentar